2024-11-07

Cuaca Ekstrem, Mengakibatkan Sejumlah Titik Di Jakarta Terendam Banjir Parah

cuaca ekstrem

Banjir Rendam Di jumlah Titik Di Jakarta 

 

Cuaca Ekstrem Jakarta Hujan deras yang mengguyur wilayah jabodetabek pada Kamis siang hingga malam hari, telah menyebabkan banjir yang menggenangi beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Untuk menghindari genangan air hujan sekaligus kemacetan di sekitar lokasi, pengemudi mobil maupun motor harus bersiap mencari jalan alternatif.

 

Bahkan, BMKG pun telah menghimbau masyarakat dan memprediksi cuaca ekstrem hari ini, Jumat (7/10/2022), akan kembali hujan disertai angin dan petir.

 

Baca Juga Berita Terbaru: Anies Baswedan Nyapres 2024

 

Cuaca Ekstrem Menyebabkan Genangan Air Banjir Dengan Ketinggian 1 Meter Landa Sejumlah Titik Ibu Kota

 

banjir jakarta

 

Hujan deras yang melanda Jakarta, Kamis (6/10/2022) sore, menimbulkan genangan dengan ketinggian hingga 1 meter. Salah satu banjir terparah terjadi di Jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Sovereign Plaza, Jakarta Selatan, hingga menimbulkan kemacetan.

 

Sementara itu, Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Michael mengeluarkan data tentang banjir di Jakarta per pukul 16.00 WIB. Setidaknya, terdapat tujuh ruas jalan dan lima RT di Jakarta yang terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, antara 30 sentimeter hingga 1,2 meter. Semuanya berada di wilayah Jakarta Selatan.

 

Banjir Jakarta Yang Kembali Telan Korban Jiwa..

 

Affinityonline – Banjir di Jakarta yang terjadi pada Kamis (6/10/2022) kembali menelan korban jiwa. Sebanyak tiga orang siswa tewas akibat tertimpa tembok sekolah mereka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

 

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di seluruh dunia memiliki dampak kesehatan yang sangat luas. Selain bahaya langsung seperti tenggelam, banjir dapat meningkatkan penularan beberapa penyakit.

 

Kali terakhir adanya korban jiwa akibat banjir di Jakarta terjadi saat banjir melanda pada Februari 2021. Saat itu tercatat ada lima orang korban jiwa. Adapun tembok yang roboh ialah tembok pembatas bangunan MTsN 19 dengan Jalan Pinang Kalijati, di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Robohnya tembok sekolah terjadi pada pukul 14.30 WIB, bersamaan dengan hujan deras.

 

Berdasarkan kajian singkat itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Michael berujar, tembok tersebut diduga tak mampu menahan volume genangan air dari luar sekolah yang terus naik akibat cuaca yang sangat ekstrem.